Text
Analisis Peresepan Obat dalam Penanganan Covid-19 pada Geriatri Pasien dalam Pengawasan (PDP) di Rawat Inap Salah Satu Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bandung Periode Maret-September 2020
Pandemi yang disebabkan oleh COVID-19 telah menimbulkan kepanikan di seluruh lapisan masyarakat termasuk profesional dokter. Sampai saat ini belum ada obat spesifik yang secara mantap terbukti efektif dan aman untuk mengobati COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pada geriatri pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 meliputi usia, jenis kelamin, penyakit penyerta, dan lama rawat, peresepan obat COVID-19, kesesuaian peresepan obat terhadap Informatorium obat COVID-19, persentase interaksi obat yang terjadi dan tingkat keparahannya pada geriatri pasien dalam pengawasan (PDP). Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental yang dirancang secara deskriptif dengan metode kuantitatif yang bersifat retrospektif. Selama periode Maret-September 2020 didapat sampel penelitian sebanyak 116 lembar resep yang memenuhi kriteria inklusi. Karakteristik pasien dari jenis kelamin yaitu laki-laki sebesar 53%, dari penyakit penyerta terbanyak adalah TB (Tuberculosis) dengan persentase 17% dan lama rawat terbanyak di kategori standard 6-9 hari sebanyak 63 persen. Hasil penelitian ini menunjukkan dokter paling banyak meresepkan obat antibiotik azithromicin 500 mg tab (19%). Obat lain yang diresepkan antara lain vitamin C tab, levofloxacin 500 mg tab, levofloxacin 500 mg inf, oseltamivir kap, kloroquin tab, acetylcysteine kap, prove d3 1000 IU tab, zinc tab, parasetamol tab, merepenem inj, cefotaxim inj, dan methysoprinol tab. Kesesuaian peresepan obat dalam penanganan COVID-19 pada geriatri pasien dalam pengawasan (PDP) berdasarkan Informatorium Obat COVID-19 di Indonesia sebesar 64%. Interaksi obat ditemukan sebanyak 80% dari total sampel, dengan tingkat keparahan minor sebanyak 14%, moderate sebanyak 66% dan mayor sebanyak 20%.
Tidak tersedia versi lain