Text
Destilasi Minyak Atsiri dari Bunga Mawar (Rosa damascena Mill) dengan Pelarut Etnol dan N-Heksana
Bangsa Indonesia, jauh sebelum penjajahan Belanda telah mengenal pengobatan secara tradisional, salah satu jenis tanaman yang dimanfaatkan sebagai pengobatan herbal adalah tanaman hias yang salah satunya adalah bunga mawar (Rosa damascena Mill). Bunga mawar (Rosa damascena Mill) mengandung geraniol dan citronellol dengan konsentrasi kedunya mencapai 75% dari minyak, dan senyawa geraniol dan limonene yang terkandung dalam ekstrak bunga mawar berfungsi sebagai antiseptic. Penelitian ini bertujuan mengetahui presentase rendemen minyak atsiri yang dihasilkan dari metode destilasi sederhana dan untuk mengetahui pelarut manakah yang menghasilkan rendemen paling banyak, serta untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam bunga mawar (Rosa damascena Mill). Pada penelitian ini dilakukan pengambilan minyak atsiri bunga mawar menggunakan metode destilasi dengan perbandingan pelarut alkohol 70% fsn N-Heksan pada variasi waktu yang berbeda yaitu 5, 6, dan 7 jam. Metode ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental. Meliputi tahapan determinasi tumbuhan, penyiapan bahan dan sampel, pemeriksaan makroskopik, organoleptik dan mikroskopik, destilasi sederhana, skrining fitokimia mawar (Rosa damascena Mill) meliputi uji alkaloid, uji flavonoid, uji tannin dan uji saponin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada destilasi jam ke 5,6 dan 7 minyak atsiri tidak dihasilkan dikarenakan bahan baku dan pelarut yang dipakan pada penelitian ini terlalu sedikit, sehingga pada jam ke 7 tidak menghasilkan minyak atsiri.
Tidak tersedia versi lain