Text
Evaluasi Permintaan Obat Gastritis Terapi Injeksi Pasien Rawat Jalan Instalasi Gawat Darurat Salah Satu Rumah Sakit Umum Swasta di Kabupaten Bandung
Gastritis merupakan peradangan pada mukosa lambung yang disebabkan iritasi atau infeksi, gastritis jika dibiarkan dapat merusak fungsi lambung hingga menyebabkan kematian. Salah satu faktor pemicu gastritis adalah stres dan pola makanan. Pasien gastritis dengan gejala cukup parah biasanya langsung di bawa ke instalasi gawat darurat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dengan diberikan terapi injeksi agar lebih cepat menurunkan kadar asam lambung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental deskriptif retrospektif. Sampel merupakan seluruh populasi lembar permintaan pasien gastritis terapi injeksi rawat jalan instalasi gawat darurat salah satu rumah sakit umum swasta di kabupaten Bandung. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi permintaan obat gastritis dengan terapi injeksi berdasarkan jenis kelamin, usia, domisili, penggunaan golongan dan jenis obat yang diberikan. Dari hasil penelitian terdapat 123 pasien gastritis dengan terapi injeksi, berdasarkan jenis kelamin kasus pada perempuan 67% dan laki-laki 33%, dengan rentang usia anak-anak 2%, remaja 24%, dewasa 38%, pertengahan 17%, lansia 19% dan lansia tua 0%, sebagian besar kasus terjadi di wilayah Kabupaten Bandung 96,93% dengan tiga daerah terbanyak yakni Baleendah 30,1%, Dayeuhkolot 15,4% dan Bojongsoang 12,%, pada terapi injeksi terdapat dua golongan obat yakni Histamin H-receptor antagonist dengan jenis obat ranitidine 58,54% dan golongan proton pump inhibitor dengan tiga jenis obat omeprazole 36,58%, pantoprazole 2,44% dan esomprazole 2,44%. Kesimpulannya adalah kasus gastritis lebih banyak terjadi pada perempuan dan dapat menyerang anak-anak hingga lanjut usia.
Tidak tersedia versi lain